Selama ini aku hanya diam di tengah berbagai ketidakadilan..
Selama ini aku tidak pernah memprotes siapapun meski sewenang-wenang padaku..
Dipinggirkan, dikesampingkan dan diabaikan adalah makanan sehari-hariku..
Dicampakkan, tidak dianggap keberadaannya dan dianggap sebagai sampah adalah teman-temanku..
find me on fb: Muhammad Muhtam Amalana || ig: @Ini_Muhtam || muhtam.xfriends@yahoo.com
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 April 2016
Jumat, 26 Juni 2015
Teruntuk Engkau hai Bintang Kejora
Teruntuk engkau hai bintang kejora
Sebuah bintang yang datang di kala senja
Sebuah bintang yang datang di kala sinar mentari hampir sirna
Sebuah bintang yang datang di kala beribu bintang lain masih malu-malu menampakkan cahyanya
Hai bintang kejora
Aku disini memandangmu dan mengagumimu
Indah nan terang cahyamu berbalut langit berwarna jingga
nampak di ujung barat cakrawala terlihat terang nan mempesona sinarmu
seakan mengejek diriku yang bodoh dan dungu di pangkuan buwana
Hai bintang kejora
Aku tak tahu akan jadi seperti apa langit senja tanpa hadirmu
Mungkin hanya akan terlihat mega oranye dengan sedikit awan-awan jahat, yang mencoba menghalangi horison barat,
Atau mungkin sombongnya mentari hanya akan mencoret-coret langit dengan sinarnya yang terang namun membosankan
Hah,, Pasti akan sangat memuakkan disini hanya memandang senja tanpa bintang
Sang langitpun pasti akan enggan menutup hari tanpa keceriaanmu
Hai bintang kejora
Kumohon, jangan pernah tinggalkan aku disini
Di tempat ini, tepat di kursi ini di suatu senja di bulan Mei
Jujur, aku senang melihat cahyamu
Aku senang melihat keberanianmu menantang senja
Aku senang melihat sirius yang kata orang bintang paling terang bisa merasa malu melihat sinarmu yang bermagnitudo -4.08
Tinggallah sejenak disini menemani diriku menghabiskan waktu senja
Temanilah ragaku yang lelah dan penat beraktivitas seharian untuk rehat sejenak
Temani diriku memandangi sang mentari yang sombong tenggelam diufuk barat
Menggulung hari membuka senja di khatulistiwa
Hahaha
Alangkah bodohnya aku
Apakah mungkin dirimu yang berjarak 159.899 juta kilometer itu tahu akan suara hatiku..?
Entahlah..
Tapi aku ingin kau mengerti hai sang bintang senja
Aku tak ingin melepaskanmu pergi
Aku ingin selamanya berada disini memandangmu dan mengagumimu
Bahkan kalau perlu aku akan menggapaimu dan memilikimu untuk kusimpan dihatiku menjadi bintangku
Agar tidak ada orang lain yang memandangmu di kala senja kecuali aku
Terus memandangmu hingga sang mega merah hilang
Dan pada akhirnya lengkingan adzan isyak memaksaku untuk pulang..
Senja di Soneyan, 16 Mei 2015
Sebuah bintang yang datang di kala senja
Sebuah bintang yang datang di kala sinar mentari hampir sirna
Sebuah bintang yang datang di kala beribu bintang lain masih malu-malu menampakkan cahyanya
Hai bintang kejora
Aku disini memandangmu dan mengagumimu
Indah nan terang cahyamu berbalut langit berwarna jingga
nampak di ujung barat cakrawala terlihat terang nan mempesona sinarmu
seakan mengejek diriku yang bodoh dan dungu di pangkuan buwana
Hai bintang kejora
Aku tak tahu akan jadi seperti apa langit senja tanpa hadirmu
Mungkin hanya akan terlihat mega oranye dengan sedikit awan-awan jahat, yang mencoba menghalangi horison barat,
Atau mungkin sombongnya mentari hanya akan mencoret-coret langit dengan sinarnya yang terang namun membosankan
Hah,, Pasti akan sangat memuakkan disini hanya memandang senja tanpa bintang
Sang langitpun pasti akan enggan menutup hari tanpa keceriaanmu
Hai bintang kejora
Kumohon, jangan pernah tinggalkan aku disini
Di tempat ini, tepat di kursi ini di suatu senja di bulan Mei
Jujur, aku senang melihat cahyamu
Aku senang melihat keberanianmu menantang senja
Aku senang melihat sirius yang kata orang bintang paling terang bisa merasa malu melihat sinarmu yang bermagnitudo -4.08
Tinggallah sejenak disini menemani diriku menghabiskan waktu senja
Temanilah ragaku yang lelah dan penat beraktivitas seharian untuk rehat sejenak
Temani diriku memandangi sang mentari yang sombong tenggelam diufuk barat
Menggulung hari membuka senja di khatulistiwa
Hahaha
Alangkah bodohnya aku
Apakah mungkin dirimu yang berjarak 159.899 juta kilometer itu tahu akan suara hatiku..?
Entahlah..
Tapi aku ingin kau mengerti hai sang bintang senja
Aku tak ingin melepaskanmu pergi
Aku ingin selamanya berada disini memandangmu dan mengagumimu
Bahkan kalau perlu aku akan menggapaimu dan memilikimu untuk kusimpan dihatiku menjadi bintangku
Agar tidak ada orang lain yang memandangmu di kala senja kecuali aku
Terus memandangmu hingga sang mega merah hilang
Dan pada akhirnya lengkingan adzan isyak memaksaku untuk pulang..
Senja di Soneyan, 16 Mei 2015
Sajak Perpisahan sang Bintang Shu'ra
Entah apakah kalian akan merindukanku atau tidak
Entah mungkinkah kalian akan bertanya kemanakah diriku atau tidak
Tak tahu harus ku katakan apa..
Di awal muncul di ufuk timur di ujung November lalu kalian memujaku, menyanjungku
Menganggap akulah sang dewa penerang langit diantara para bintang
Sang penunjuk arah dikala mentari sembunyi
Raja para bintang, penguasa langit malam
Kala mendung datang kalian bertanya kemanakah sinarku yang gagah itu
Bahkan kalian sempatkan berdoa pada Penciptaku untuk singkirkan mendung itu
Semua itu kalian lakukan dan terus lakukan hanya untuk melihatku
untuk melihat betapa hebatnya Dzat Pencipta dan Pengaturku
hahh..
Tapi itu dulu...
Dulu ketika orion masih berada di dekatku
Dulu ketika saturnus bersama rasi scorpius belum datang menyingkirkanku
Tapi kini, kalian lupa sudah lupa tuk menyapaku
Bahkan kalian tak tahu bintang yang mana kah diriku
Kini aku menyendiri, di ufuk barat di ketinggian amat sangat rendah
Bersama sinar mentari senja yang indah tetapi kejam membunuhku
Kalian lebih senang mengamati saturnus sang planet bercincin
Kalian lebih suka melihat rasi scorpius yang lebih besar dan indah dibanding Canis Majoris
Dan kini sinar Antares yang merah itu pun telah mengalahkan aura cahyaku
Dan kalian kini memuja sang Ibu Bintang, galaksi bimasakti yang membentang di langit selatan hingga utara
hmmm
Selamat tinggal...
Mungkin tak lama lagi kalian tidak akan menemukanku
Sebulan dua bulan lagi aku mungkin sudah dipelukan sang mentari
Berkonjungsi bersama sang raja langit
Dan takkan muncul lagi di kala senja menyapa
Hingga orion sang pemburu malam datang kembali
Di ufuk timur, di awal musim penghujan
Di akhir bulan November
Selamat tinggal...
aku tahu kalian takkan pernah merindukanku
tapi setidaknya kalian jangan pernah melupakanku
aku pasti kan muncul lagi di rasi yang sama
dengan magnitudo yang sama
suatu hari nanti di akhir November
Soneyan, 26 Juni 2015
Entah mungkinkah kalian akan bertanya kemanakah diriku atau tidak
Tak tahu harus ku katakan apa..
Di awal muncul di ufuk timur di ujung November lalu kalian memujaku, menyanjungku
Menganggap akulah sang dewa penerang langit diantara para bintang
Sang penunjuk arah dikala mentari sembunyi
Raja para bintang, penguasa langit malam
Kala mendung datang kalian bertanya kemanakah sinarku yang gagah itu
Bahkan kalian sempatkan berdoa pada Penciptaku untuk singkirkan mendung itu
Semua itu kalian lakukan dan terus lakukan hanya untuk melihatku
untuk melihat betapa hebatnya Dzat Pencipta dan Pengaturku
hahh..
Tapi itu dulu...
Dulu ketika orion masih berada di dekatku
Dulu ketika saturnus bersama rasi scorpius belum datang menyingkirkanku
Tapi kini, kalian lupa sudah lupa tuk menyapaku
Bahkan kalian tak tahu bintang yang mana kah diriku
Kini aku menyendiri, di ufuk barat di ketinggian amat sangat rendah
Bersama sinar mentari senja yang indah tetapi kejam membunuhku
Kalian lebih senang mengamati saturnus sang planet bercincin
Kalian lebih suka melihat rasi scorpius yang lebih besar dan indah dibanding Canis Majoris
Dan kini sinar Antares yang merah itu pun telah mengalahkan aura cahyaku
Dan kalian kini memuja sang Ibu Bintang, galaksi bimasakti yang membentang di langit selatan hingga utara
hmmm
Selamat tinggal...
Mungkin tak lama lagi kalian tidak akan menemukanku
Sebulan dua bulan lagi aku mungkin sudah dipelukan sang mentari
Berkonjungsi bersama sang raja langit
Dan takkan muncul lagi di kala senja menyapa
Hingga orion sang pemburu malam datang kembali
Di ufuk timur, di awal musim penghujan
Di akhir bulan November
Selamat tinggal...
aku tahu kalian takkan pernah merindukanku
tapi setidaknya kalian jangan pernah melupakanku
aku pasti kan muncul lagi di rasi yang sama
dengan magnitudo yang sama
suatu hari nanti di akhir November
Soneyan, 26 Juni 2015
Langganan:
Postingan (Atom)