Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juli 2017

Membangun Pembelajaran Bahasa Arab yang Pancasilais

oleh: Muhammad Muhtam Amalana*)

Telah umum di antara kita bersama terutama di kalangan umat Islam bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang sakral. Berbeda dengan bahasa-bahasa lain, bagi Umat Islam Bahasa Arab adalah bahasa yang suci yang hanya diucapkan di saat-saat yang suci saja seperti beribadah, berdoa, membaca Al-Quran dan lain-lain serta haram diucapkan di tempat-tempat kotor semisal kamar mandi. Tulisan Arab pun tak lepas dari kesakralannya. Sering kita temui di sekitar kita ketika ada orang yang melihat tulisan Arab di kertas berserakan di lantai, secara spontan akan diambil dan diletakkan di 'tempat yang layak' meskipun tidak tahu apakah isi dari tulisan tersebut, bisa saja kertas tersebut berisi umpatan atau kata-kata kotor berbahasa Arab.

Rabu, 20 Juli 2016

Rangkuman Perkuliahan Ilmu Fiqih

Rangkuman Perkuliahan Ilmu Fiqih
Kelas PBA A 2015 - UIN Walisongo Semarang



       I.            Definisi Fiqih dan Ilmu Fiqih
a.      Fiqih
Fiqih berasal dari kata فقه-يفقه-فقها yang berarti memahami. Secara istilah kata fiqih berarti ilmu yang mempelajari hukum-hukum islam dengan jalan atau ijtihad.
Sementara menurut Hasbi fiqih diartikan suatu ilmu yang mempelajari syariah yang bersifat amaliah yang diperoleh dari dalil-dalil hukum yang terperinci dari sumber hukum.
b.      Ilmu Fiqih
Ilmu fiqih menurut istilah syar’i yaitu ilmu dengan hukum-hukum syar’i amaliah yang dipraktekan dan dikemukakan secara mendetail atau himpunan hukum syar’i amaliah diuraikan secara terperinci.

Rabu, 11 Mei 2016

Tenang! Rejeki, Jodoh dan Maut Sudah Diatur

Ilustrasi. Sumber gambar: trendburung.blogspot.com

Kemarin sore sekitar jam 5 saya bersama salah seorang kawan saya tengah tiduran di teras sebuah masjid di perumahan dekat kampus usai solat Asar. Maklumlah, kami kan anak kuliahan yang sok sibuk, jadi baru sempet solat Asar jam 5 sore (sibuk cari wifi maksudnya :v).

Seperti biasanya ketika saya dan teman saya sudah terlanjur ngumpul, maka secara otomatis muncul bahan omongan dan diskusi yang terkadang bukan bahan diskusi murahan dan remeh. Sering kami ketika berkumpul entah itu di kampus, warung kopi, masjid atau taman mendiskusikan hal-hal yang dianggap lumayan berat seperti psikologi bahasa (psikolonguistik), filsafat, ilmu keislaman, kajian lintas madzhab hingga perbandingan agama pun tak luput dari pembahasan kami.

Nah, kebetulan sore itu ketika tengah asik mengobrol saya melihat segerombolan burung emprit (Lonchura striata domestica) yang tengah terbang bersama-sama mencari pohon untuk tempat mereka tidur menjelang malam. Terlintas dalam pikiran saya suatu pernyataan. Burung sebanyak itu tidak pernah satu haripun tidak mendapatkan makanan, tidak satu haripun mereka tidak mendapatkan rejeki, tidak satupun dari mereka kelaparan dan khawatir tidak dapat jatah makan esok hari.

Pola yang Digunakan Wahabi dalam Menghancurkan Suatu Negara

Melihat banyaknya negara-negara terutama negara timur tengah yang dilanda perang saudara dan semakin menjamurnya ajaran-ajaran wahabi dewasa ini di berbagai lini kehidupan membuat saya menarik suatu kesimpulan bahwa ternyata ada keterkaitan antara munculnya Wahabisme di suatu negara dengan kehancuran negara tsb.

Kamis, 28 April 2016

Sekilas tentang Baha'i, Gafatar dan Lia Eden

Saya memandang agama Baha'i secara ajaran dan pergerakan lebih mirip dengan ajaran dalam GAFATAR. Mereka sama-sama mengajarkan konsep kesatuan agama terutama agama-agama abrahamik. Sama-sama menganggap sosok Mesias yang dijanjikan Tuhan sudah turun. Sama-sama mengedepankan universalitas dan humanitas dan sangat masif melakukan gerakan-gerakan sosial.

Meski secara gerakan sosial sama, tetapi Baha'i tidak se-ekstrim GAFATAR yang menganjurkan pengikutnya untuk berhijrah dari tempat tinggalnya. Penganut Bahai tetap berada di tempat asalnya walau terkadang pergi jauh untuk melakukan bakti sosial tetapi tidak sampai level berhijrah meninggalkan keluarga dan kampung halaman.

Jika membandingkan Baha'i dengan ajaran Lia Eden sekilas secara teologis hampir sama. Mereka sama-sama menganggap kesatuan agama-agama di dunia dan menganut universalitas radikal. Perbedaannya terletak pada Baha'i hanya terfokus pada kesatuan agama-agama abrahamik, sementara Lia Eden lebih meluas pada persatuan semua agama termasuk agama non abrahamik. Secara gerakan sosialpun Baha'i jauh lebih masif dibanding Lia Eden yang cenderung eksklusif.

Senin, 04 April 2016

Konsep Ketuhanan dalam Tiga Agama Ibrahimik


I.         PENDAHULUAN
Tuhan adalah sosok utama dalam setiap agama yang menjadi sesembahan dan tempat berpegang setiap penganut agama. Ia dipercaya sebagai pencipta, pengatur dan pemilik seluruh alam semesta ini. Ialah sebab dari keberadaan segala sesuatu di alam ini sehingga makhluk yang diciptakannya merasa bersyukur telah diberi kehidupan sehingga menyembah-Nya sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan.