Senin, 13 Juni 2016

Kajian Lintas Rasa: Studi Kultural Warteg dan Warung Bakso

Ilustrasi. Sumber gambar: Google
Warung Tegal (Warteg) sesungguhnya adalah representasi dakwah dengan pendekatan kultural ala Walisongo. Warteg dimanapun berada pasti akan tetap menyediakan menu-menu lokal masyarakat itu berada dengan tetap mempertahankan asas-asas pokok warung tegal itu sendiri.

Rabu, 11 Mei 2016

Tenang! Rejeki, Jodoh dan Maut Sudah Diatur

Ilustrasi. Sumber gambar: trendburung.blogspot.com

Kemarin sore sekitar jam 5 saya bersama salah seorang kawan saya tengah tiduran di teras sebuah masjid di perumahan dekat kampus usai solat Asar. Maklumlah, kami kan anak kuliahan yang sok sibuk, jadi baru sempet solat Asar jam 5 sore (sibuk cari wifi maksudnya :v).

Seperti biasanya ketika saya dan teman saya sudah terlanjur ngumpul, maka secara otomatis muncul bahan omongan dan diskusi yang terkadang bukan bahan diskusi murahan dan remeh. Sering kami ketika berkumpul entah itu di kampus, warung kopi, masjid atau taman mendiskusikan hal-hal yang dianggap lumayan berat seperti psikologi bahasa (psikolonguistik), filsafat, ilmu keislaman, kajian lintas madzhab hingga perbandingan agama pun tak luput dari pembahasan kami.

Nah, kebetulan sore itu ketika tengah asik mengobrol saya melihat segerombolan burung emprit (Lonchura striata domestica) yang tengah terbang bersama-sama mencari pohon untuk tempat mereka tidur menjelang malam. Terlintas dalam pikiran saya suatu pernyataan. Burung sebanyak itu tidak pernah satu haripun tidak mendapatkan makanan, tidak satu haripun mereka tidak mendapatkan rejeki, tidak satupun dari mereka kelaparan dan khawatir tidak dapat jatah makan esok hari.

Pola yang Digunakan Wahabi dalam Menghancurkan Suatu Negara

Melihat banyaknya negara-negara terutama negara timur tengah yang dilanda perang saudara dan semakin menjamurnya ajaran-ajaran wahabi dewasa ini di berbagai lini kehidupan membuat saya menarik suatu kesimpulan bahwa ternyata ada keterkaitan antara munculnya Wahabisme di suatu negara dengan kehancuran negara tsb.

Kamis, 28 April 2016

Sekilas tentang Baha'i, Gafatar dan Lia Eden

Saya memandang agama Baha'i secara ajaran dan pergerakan lebih mirip dengan ajaran dalam GAFATAR. Mereka sama-sama mengajarkan konsep kesatuan agama terutama agama-agama abrahamik. Sama-sama menganggap sosok Mesias yang dijanjikan Tuhan sudah turun. Sama-sama mengedepankan universalitas dan humanitas dan sangat masif melakukan gerakan-gerakan sosial.

Meski secara gerakan sosial sama, tetapi Baha'i tidak se-ekstrim GAFATAR yang menganjurkan pengikutnya untuk berhijrah dari tempat tinggalnya. Penganut Bahai tetap berada di tempat asalnya walau terkadang pergi jauh untuk melakukan bakti sosial tetapi tidak sampai level berhijrah meninggalkan keluarga dan kampung halaman.

Jika membandingkan Baha'i dengan ajaran Lia Eden sekilas secara teologis hampir sama. Mereka sama-sama menganggap kesatuan agama-agama di dunia dan menganut universalitas radikal. Perbedaannya terletak pada Baha'i hanya terfokus pada kesatuan agama-agama abrahamik, sementara Lia Eden lebih meluas pada persatuan semua agama termasuk agama non abrahamik. Secara gerakan sosialpun Baha'i jauh lebih masif dibanding Lia Eden yang cenderung eksklusif.

Rangkuman Perkuliahan Nahwu Pertemuan 2 s/d 6 [part I]

1. Naat Shinai
a. Pengertian
Definisi Naat Shinai secara mudah adalah mengkatasifatkan kata benda. Atau membuat kata sifat yang berasal dari kata benda.

Sajak Diam Seorang Sampah

Selama ini aku hanya diam di tengah berbagai ketidakadilan..
Selama ini aku tidak pernah memprotes siapapun meski sewenang-wenang padaku..
Dipinggirkan, dikesampingkan dan diabaikan adalah makanan sehari-hariku..
Dicampakkan, tidak dianggap keberadaannya dan dianggap sebagai sampah adalah teman-temanku..

Sabtu, 23 April 2016

Mengapa Harus Belajar?*



           http://bobo.kidnesia.com/var/gramedia/storage/images/bobo/b-young-journalist/pengalamanku/mengapa-harus-belajar-mengarang/25868063-1-ind-ID/Mengapa-Harus-Belajar-Mengarang.jpg  
Kalimat tersebut mungkin seringkali terngiang-ngiang pada nurani kita sebagai pelajar yang terkadang bingung apa sih fungsi dan esensi dari kegiatan belajar itu sendiri. Belajar juga sering dirasakan sebagai sesuatu yang sangat berat dan sulit untuk dilakukan, padahal kita tahu bahwa ada banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari sebuah kegiatan “Belajar”. Belajar sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sebuah usaha untuk memperoleh sebuah kepandaian atau ilmu.
            Tak jarang dari kita merasakan