![]() |
| Ilustrasi. Sumber gambar: Google |
find me on fb: Muhammad Muhtam Amalana || ig: @Ini_Muhtam || muhtam.xfriends@yahoo.com
Senin, 13 Juni 2016
Kajian Lintas Rasa: Studi Kultural Warteg dan Warung Bakso
Rabu, 11 Mei 2016
Tenang! Rejeki, Jodoh dan Maut Sudah Diatur
![]() |
| Ilustrasi. Sumber gambar: trendburung.blogspot.com |
Kemarin sore sekitar jam 5 saya bersama salah seorang kawan saya tengah tiduran di teras sebuah masjid di perumahan dekat kampus usai solat Asar. Maklumlah, kami kan anak kuliahan yang sok sibuk, jadi baru sempet solat Asar jam 5 sore (sibuk cari wifi maksudnya :v).
Seperti biasanya ketika saya dan teman saya sudah terlanjur ngumpul, maka secara otomatis muncul bahan omongan dan diskusi yang terkadang bukan bahan diskusi murahan dan remeh. Sering kami ketika berkumpul entah itu di kampus, warung kopi, masjid atau taman mendiskusikan hal-hal yang dianggap lumayan berat seperti psikologi bahasa (psikolonguistik), filsafat, ilmu keislaman, kajian lintas madzhab hingga perbandingan agama pun tak luput dari pembahasan kami.
Nah, kebetulan sore itu ketika tengah asik mengobrol saya melihat segerombolan burung emprit (Lonchura striata domestica) yang tengah terbang bersama-sama mencari pohon untuk tempat mereka tidur menjelang malam. Terlintas dalam pikiran saya suatu pernyataan. Burung sebanyak itu tidak pernah satu haripun tidak mendapatkan makanan, tidak satu haripun mereka tidak mendapatkan rejeki, tidak satupun dari mereka kelaparan dan khawatir tidak dapat jatah makan esok hari.
Pola yang Digunakan Wahabi dalam Menghancurkan Suatu Negara
Melihat banyaknya negara-negara terutama negara timur tengah yang dilanda perang saudara dan semakin menjamurnya ajaran-ajaran wahabi dewasa ini di berbagai lini kehidupan membuat saya menarik suatu kesimpulan bahwa ternyata ada keterkaitan antara munculnya Wahabisme di suatu negara dengan kehancuran negara tsb.
Kamis, 28 April 2016
Sekilas tentang Baha'i, Gafatar dan Lia Eden
Saya memandang agama Baha'i secara ajaran dan pergerakan lebih mirip dengan ajaran dalam GAFATAR. Mereka sama-sama mengajarkan konsep kesatuan agama terutama agama-agama abrahamik. Sama-sama menganggap sosok Mesias yang dijanjikan Tuhan sudah turun. Sama-sama mengedepankan universalitas dan humanitas dan sangat masif melakukan gerakan-gerakan sosial.
Meski secara gerakan sosial sama, tetapi Baha'i tidak se-ekstrim GAFATAR yang menganjurkan pengikutnya untuk berhijrah dari tempat tinggalnya. Penganut Bahai tetap berada di tempat asalnya walau terkadang pergi jauh untuk melakukan bakti sosial tetapi tidak sampai level berhijrah meninggalkan keluarga dan kampung halaman.
Jika membandingkan Baha'i dengan ajaran Lia Eden sekilas secara teologis hampir sama. Mereka sama-sama menganggap kesatuan agama-agama di dunia dan menganut universalitas radikal. Perbedaannya terletak pada Baha'i hanya terfokus pada kesatuan agama-agama abrahamik, sementara Lia Eden lebih meluas pada persatuan semua agama termasuk agama non abrahamik. Secara gerakan sosialpun Baha'i jauh lebih masif dibanding Lia Eden yang cenderung eksklusif.
Meski secara gerakan sosial sama, tetapi Baha'i tidak se-ekstrim GAFATAR yang menganjurkan pengikutnya untuk berhijrah dari tempat tinggalnya. Penganut Bahai tetap berada di tempat asalnya walau terkadang pergi jauh untuk melakukan bakti sosial tetapi tidak sampai level berhijrah meninggalkan keluarga dan kampung halaman.
Jika membandingkan Baha'i dengan ajaran Lia Eden sekilas secara teologis hampir sama. Mereka sama-sama menganggap kesatuan agama-agama di dunia dan menganut universalitas radikal. Perbedaannya terletak pada Baha'i hanya terfokus pada kesatuan agama-agama abrahamik, sementara Lia Eden lebih meluas pada persatuan semua agama termasuk agama non abrahamik. Secara gerakan sosialpun Baha'i jauh lebih masif dibanding Lia Eden yang cenderung eksklusif.
Rangkuman Perkuliahan Nahwu Pertemuan 2 s/d 6 [part I]
1. Naat Shinai
a. Pengertian
Definisi Naat Shinai secara mudah adalah mengkatasifatkan kata benda. Atau membuat kata sifat yang berasal dari kata benda.
a. Pengertian
Definisi Naat Shinai secara mudah adalah mengkatasifatkan kata benda. Atau membuat kata sifat yang berasal dari kata benda.
Sajak Diam Seorang Sampah
Selama ini aku hanya diam di tengah berbagai ketidakadilan..
Selama ini aku tidak pernah memprotes siapapun meski sewenang-wenang padaku..
Dipinggirkan, dikesampingkan dan diabaikan adalah makanan sehari-hariku..
Dicampakkan, tidak dianggap keberadaannya dan dianggap sebagai sampah adalah teman-temanku..
Selama ini aku tidak pernah memprotes siapapun meski sewenang-wenang padaku..
Dipinggirkan, dikesampingkan dan diabaikan adalah makanan sehari-hariku..
Dicampakkan, tidak dianggap keberadaannya dan dianggap sebagai sampah adalah teman-temanku..
Sabtu, 23 April 2016
Mengapa Harus Belajar?*
Kalimat
tersebut mungkin seringkali terngiang-ngiang pada nurani kita sebagai pelajar
yang terkadang bingung apa sih fungsi dan esensi dari kegiatan belajar
itu sendiri. Belajar juga sering dirasakan sebagai sesuatu yang sangat berat
dan sulit untuk dilakukan, padahal kita tahu bahwa ada banyak sekali manfaat
yang bisa kita peroleh dari sebuah kegiatan “Belajar”. Belajar sendiri dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sebuah usaha untuk memperoleh
sebuah kepandaian atau ilmu.
Tak
jarang dari kita merasakan
Langganan:
Postingan (Atom)

